Sudah Benarkah dalam Membaca?

"Masalah yang sering terjadi pada para pembaca adalah kurangnya keahlian membaca..." Ungkap dosen saya Dr. Hasan Watad saat menjelaskan pentingnya banyak membaca.

Keahlian membaca insya Allah bisa didapatkan setelah memperbanyak membaca. Kebalikannya, kurang membaca hanya akan memperlemah kemampuan memahami sesuatu. Tak heran banyak orang telah membaca,  tapi tak jua paham dengan teks tersebut. Alih-alih mengkambing hitamkan penulis dengan melabeli tulisannya kurang renyah, lebih baik introspeksi kemampuan membaca kita.

Abu Umar salah satu ulama yang mengasah kemampuan membaca hingga melahirkan karya baru dari bacaan yang beliau baca. Beliau bahkan berkata, setelah menghabiskan seratus kali membaca buku yang sama, setiap membacanya bermunculan ide-ide yang baru di kepalanya.

Orang yang banyak membaca bahkan bisa membaca akal sang penulis lewat tulisannya. Bahkan melahirkan karya yang bisa jadi lebih bagus dari penulisnya.

Itulah mengapa para ulama sangat lancar tinta penanya. Tak pernah kering lembaran yang tertulis akibat ide-ide cemerlang yang terus mengalir.

Bukan hanya itu saja, sebaris ilmu yang diutarakan pada tulisannya bisa membutuhkan dua jam untuk dibahas sangat mendalam. Sebab kalimat yang pendek namun bermakna dalam.
Seperti  karya Syeikh Abu Wafa.  Salah satu penulis paling menyentuh hingga kini. Ternyata dibalik kesuksesan karyanya,  adalah hasil dari membaca sepuluh ribu buku. Beliau tuangkan dalam untaian kalimat yang berbeda namun bermakna lebih mendalam dari ribuan kitab yang telah ditelaahnya.

Mari bukan hanya mencintai buku, tapi juga terus mengasah keahlian membaca kita!

Komentar

Postingan Populer