Gaya Belajar : Khalil dan Komunikasi Sehari-hari
Bayi mempunyai akal yang unik. Bisa mudah menyerap dari pendengarannya, penglihatan dan perasanya. Itu yang kami pahami sehingga berusaha berhati-hati dengannya.
Penekanan berkomunikasi menjadi tantangan hari ini. Dimulai dari membetulkan ucapannya jika ingin sesuatu, menamai-nama benda atau bahkan mengisyaratkan sesuatu.
Biasanya memang kami sering mempraktikan hal ini. Namun kali ini yang kami fokuskan adalah beradab baik saat memberi.
Perhatian kami mulai hawatir saat ia sering memberi dengan melempar. Semisal buah jeruk yang ia lempar, atau benda-benda sekitar yang dimaksudkannya sampai ditangan kami.
Permulaan mencontohkan dengan mengambil jeruk dan meminta ia memberikannya lagi. Ke dua, kami hanya utarakan "tolong ambil jeruk lagi ya, sebab yang ini habis..."
ucap Abinya tanpa menunjuk dimana keberadaan buah jeruk.
Tapi, masyaAllah ia sudah paham perkataan kami dan langsung mengambil jeruk sendiri.
Saya pun memgetes dengan meminta tolong untuk diambilkan botol minum.
Awalnya ia menatap saya dan berkerut keningnya. Saya ulangi dengan pelan-pelan. Kemudian ia mengambil tanpa terasa bingung.
MasyaAllah! Saya dan abinya benar-benar terharu!
Nah, ia masih memberikan dengan cara kasar. Lalu kami contohkan cara yang baik-baik. Dan ia kembali mempraktikan. Kadang masih kasar, kadang sudah betul.
Pengamatan Kami
Dalam hal ini Khalil cocok gaya belajar visual , kinestik dan auditori.
Renungan
Mungkin ia bersikap kurang lembut saat memberi karena kami pernah mengambil dengan tiba-tiba benda yang ada ditangannya tanpa kompromi. Sebab hawatir benda itu akan membahayakannya. Saya tersadar betapa pentingnya bersikap lembut pada usia balita meski si anak melakukan hal-hal di zona kurang aman. Karena ia akan meng-copypaste -kan kelak.
Allahummarzuqnaa qudwatan hasanah yaa rabb...
Komentar
Posting Komentar