Gaya Belajar : Khalil dan Tahfiz Balita

Belajar tahfizh sejak dini sedari kandungan adalah hal yang utama sejak zaman Rasulullah SAW. Ketika bayi lahir, indra perekamnya masya Allah sangat luar biasa kuat. Melalui tangan, mata, telinga seorang bayi bisa mempelajari banyak hal. Cita-cita kami sebagai orang tua adalah memperkenalkannya cinta pada al-quran via tahfizh, tafsir, tadabur , dsb.

Sejak kandungan kami mengupayakan memperdengarkan surat -surat al-quran sangat banyak. Berharap terekam dalam jiwanya.

Masuk usia satu tahun, level pembelajaran tahfizh untuk balita berubah dari hanya memperdengarkan menjadi ditambah talqin ayat-ayat alquran.

Hari ini target memperbanyak talqin kalimat a'udzubillahiminasyaithaanirrajiim (ta'auwdz) serta surat al-mudatsir. Saya bagian talqin taawudz sedangkan aba khalil hari ini bagian melafalkan suratnya.

Jika hanya diperdengarkan saja via MP3, Khalil masih teralihkan oleh aktivitasnya sendiri. Namun, bila melihat kami membacakannya, dan meminta ia mengikutinya, masya Allah! ia mulai mengikuti kata per kata "Auuu...auuu...auuu"

Ah, meski masih penggalan kata, tapi kami sangat bersyukur karena ia sudah paham instruksi kami untuk dia mengikuti kami secara talqin.

Pengamatan kami, dalam hal ini Khalil cocok gaa belajar Visual dan Audio

Komentar

Postingan Populer