Pentingnya Agar Aqil dan Balig Matang Bersamaan

Studi Kasus fenomena anak yg sudah baligh namun belum aqil :
1. Kasus Yuyun
Para pemerkosa dan pembunuh Yuyun divonis dengan hukuman ringan dengan alasan bahwa mereka masih anak-anak dan berusia di bawah 18 tahun. Tapi DAPATKAH MEREKA DISEBUT ANAK-ANAK JIKA TELAH MAMPU MELAKUKAN TINDAKAN SEKSUAL??

💡Yang jelas mereka memang belum aqil, namun sudah baligh.
💡Inilah repotnya ketika aqil dan baligh tidak hadir bersamaan.

2. Kasus AQJ
Berusia 13 tahun sudah baligh sehingga nafsu telah teraktivasi, ingin unjuk diri tapi kematangan mental belum terjadi.
Belum punya kontrol, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan managemen resiko.
Lalu : TABRAKAN!!

3. Tragedi dari Surabaya
Beberapa siswi SMP melacurkan diri demi kesenangan dan mucikarinya sesama siswi SMP.
Mereka sudah baligh sehingga timbul hasrat seksual namun belum bisa berpikir jauh dan matang dengan yg penting : nikmati saja, emang gue pikirin, bagaimana nanti.

⁉️Mengapa semua itu terjadi?
Hal tersebut terjadi karena

Aqil dan baligh tidak matang bersamaan


Tuntutan gaya hidup dan eksistensial tinggi yaitu busana, gadget, gaul dsb.


Usia kategori remaja yang selalu dimaklumi jika berbuat masalah/ kejahatan oleh pandangan masyarakat seperti: “Ah biarlah dia masih remaja...masih labil...nggak apa-apa kok! “

Pemakluman kejahatan yg dilakukan oleh remaja tidak seharusnya selalu dibenarkan karena seharusnya bicara tentang pemuda harusnya bicara tentang masa keemasan, kegemilangan dan kejayaan.
Contoh :
1. Perkembangan Islam di Madinah lebih pesat daripada di Mekah karena penduduk Madinah kebanyakan adalah pemuda.
2. Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel pada usia 19 th
3. Sumpah Pemuda tahun 1928
menjadi tonggak sejarah bersatunya bangsa Indonesia dll.

💡Untuk kita renungkan :
- Kenapa semakin banyak kasus pelecehan seksual pada anak?
- Kenapa bullying terjadi semakin masif dan kriminal?
- Kenapa semakin terjadi kemunduran kualitas generasi kita?

Ada fenomena zaman yg harus dipertimbangkan yaitu sekarang masa baligh mengalami akselerasi!

Pengertian Aqil dan Baligh
Aqil adalah kondisi ketika manusia matang,  bertanggungjawab

Baligh adalah masa perubahan yang ditandai dengan mimpi basah pada laki-laki.  Dan haid bagi perempuan

Fenomena Masa Kini

Baligh harusnya dicapai pada usia 12 tahun.
Jaman sekarang anak usia 10 tahun bahkan 8 tahun sudah ada yg baligh ditandai dengan mimpi basah bagi anak laki-laki dan mendapat haid bagi anak perempuan yg berarti fungsi dan organ seksual sudah berkembang sehingga naluri dan aura seksual sudah aktif.

Namun aqil di jaman sekarang rata-rata dicapai di usia 25 tahun sehingga terdapat rentang waktu yg panjang antara tercapainya aqil dengan baligh.

Penyebab Baligh Terjadi Lebih Cepat:
1. Terlalu banyak konsumsi junkfood
2. Terpapar pornografi dan pornoaksi
Anak sekarang banyak mendengar kata- kata cabul atau yg tidak pantas untuk didengar. Juga anak-anak banyak melihat tayangan yg seharusnya tidak boleh mereka lihat.

Baligh bisa diperlambat dengan memberi anak masalah dan tanggung jawab karena kedua hal tersebut dapat menekan hormon.

⁉️Apa Itu Remaja?
Seluruh literatur ilmiah hingga akhir abad 19 tidak mengenal terminologi remaja.
Berubah-ubahnya periodisasi masa remaja (Hurlock) membuktikan bahwa fase ini tidak ajeg.
Penelitian psikologi lintas budaya membuktikan bahwa fenomena remaja itu tidak universal terbukti dengan penelitian Margaret Mead "The Study of Samoa" bahwa di Samoa tidak ada remaja.
Bahkan periodisasi perkembangan kognitif (Piaget), seksual (Freud), sosial (Erikson) dan moral (Kohlberg) tak mengenal fase remaja.
Fenoma Remaja baru ada sejak akhir abad 19 sejak era revolusi industri dan sekolah.Fenomena remaja ini terjadi secara masif dan global, kecuali di masyarakat terbelakang dan terasing dan mendapat pembenaran ilmiah, sosial bahkan keagamaan.
Remaja ini sebuah tragedi karena sudah baligh namun belum aqil, bukan anak namun belum dewasa.
Masa remaja memiliki periode transisional dengan rentang sangat panjang. Mereka tidak produktif bahkan konsumtif dan destruktif.
Mereka adalah generasi galau yg bingung dengan identitas, status dan posisi sosial.
Remaja adalah generasi sosial yg mengalami storm dan stress.
Dan duniapun bingung karena :
- Pendidikan hanya mengenal paedagogi (pendidikan anak) dan andragogi (pendidikan orang dewasa)
- Hukum hanya mengenal anak-anak dan dewasa sebagai subyek hukum
Remaja pun bingung dengan perlakuan sosial terhadap status mereka.
Dulu Bung Karno berkata : "Berikan aku sepuluh pemuda, akan kuubah dunia" sedangkan kini : "Berikan aku satu remaja, pusing kepalaku dibuatnya"
Aqil baligh merupakan satu kesatuan yg sepenuhnya dewasa bukan remaja dengan ciri yaitu :
~ matang fisik dan mental
~ mandiri
~ bertanggung jawab
~ siap memikul beban
~ bagian dari solusi, bukan masalah

Komparasi aqil dan baligh :
- Aqil : dewasa mental, pengaruh pendidikan, berkembangnya akal, fungsi tanggung jawab, mandiri, peran ayah + ibu
- Baligh : dewasa fisik, pengaruh nutrisi, berkembangnya nafsu, fungsi reproduksi, life and death instict, peran ibu + ayah
Ubah paradigma dengan menyadari bahwa aqil baligh ini adalah satu paket, tidak ada remaja dalam Islam, dari dewasa menuju dewasa, mendidik bukan mengajar, oleh orang tua bukan sekolah dan perlu kolaborasi ayah bunda.

💡Kurikulum pendidikan aqil baligh agar bisa terjadi atau tumbuh secara bersamaan
1. Aqil balighkan anak-anak kita dengan cara dididik bukan hanya diajar. Orangtua boleh mendelegasikan tugas pengajaran namun jangan limpahkan tanggung jawab pendidikan.
Kuantitas dan kualitas pertemuan saling berkorelasi, tidak perlu berlindung di balik istilah "yg penting kualitas pertemuan" sehingga mari ortu smart dalam mencari nafkah.
Orangtua juga perlu untuk membangun komunitas agar bisa saling mendukung dalam mendidik anak dan dalam hal mencari nafkah.
Peran ayah dalam pendidikan anak adalah sebagai man of vision and mission, penanggung jawab, konsultan pendidikan, sang ego dan individualitas, pembangun sistem berpikir, penegak profesionalisme, supplier maskulinitas dan the person of tega.
Sedangkan peran bunda adalah sebagai pelaksanaan harian pendidikan, person of love and sincerity, sang harmoni dan sinergi, pemilik moralitas dan nurani, supplier femininitas, pembangun hati dan rasa, berbasis pengorbanan dan sang pembasuh luka.

2.Co-parenting
Konsep kurikulum pendidikan aqil baligh adalah co-parenting yaitu kerjasama mendidik anak antara orangtua dengan guru di sekolah.
Rumah merupakan penanggung jawab dan pendidik sekaligus pengambil keputusan sedangkan sekolah sebagai asisten ahli dan pengajar.
Sekolah yg menekankan pada aspek fun, happy , enjoy justru tidak akan mendukung pendidikan anak untuk menjadi dewasa karena sekolah seharusnya adalah kawah candradimuka sekaligus tempat yg menyenangkan bagi anak.
Sedangkan rumah merupakan tempat kehangatan penuh cinta.
Anak itu sebenarnya suka dengan tantangan yg merupakan dunia anak hanya saja ortulah yg mempunyai ketakutan kalau tantangan akan menyebabkan anak tidak happy.

3. Kita didik generasi Islami di kehidupan sesungguhnya.
Rumah dan sekolah sebagai bagian dari realita sesungguhnya bukan di simulasi, laboratorium atau representasi kehidupan.
Jangan pisahkan anak kita dari ujian keimanan (QS. Al Ankabut : 2).
Upaya memisahkan anak dari realita kehidupan yg akan mereka hadapi (sterilisasi) tidak akan menyebabkan anak menjadi aqil baligh.
Justru dengan membiarkan anak tetap berinteraksi dengan realitas namun dididik agar tidak terpengaruh hal buruk (imunisasi) yg akan mendukung pendidikan aqil baligh.
Suudzon berlebihan pada realitas yg terjadi tidak akan melatih anak untuk menjadi dewasa.
Contoh : Ortu melarang anak untuk naik angkot dengan alasan takut terjadi penculikan atau pemerkosaan.
Yg bisa dilakukan ortu dengan berbagai realitas kejahatan adalah mendidik anak luar biasa yg bisa menjaga dirinya disertai dengan doa mohon perlindungan kepada Allaah.
Dorong agar anak menghadirkan banyak kebaikan yg akan menjauhkan keburukan (fokus pada amar ma'ruf).

4. Pendidikan yg berani dan tega
Jaman memang sudah berubah, namun berubah menjadi lebih keras.
Di luar sana makin tak aman namun anak jangan disembunyikan.
Wariskan pada anak jalan penderitaan yg mendatangkan kesuksesan (no pain no gain), bukan malah mengatakan "Cukup Ayah saja yg dulu menderita, jangan sampai kamu menderita"
Dalam hal ini hadirkan si Raja Tega yaitu ayah, jika tidak sanggup serahkan pada sekolah.
Bentuk ketegaan adalah dengan "menendang" anak laki-laki untuk mulai mencari nafkah sendiri ketika berusia 14 tahun. Sedangkan untuk anak perempuan dengan menyuruh melakukan pekerjaan rumah tangga, menangani persoalan rumah serta belajar menerima kenyataan jika kadang ortunya tidak punya uang untuk memenuhi permintaannya sehingga kelak akan siap ketika suaminya tidak punya uang.

5. Membangun tanggung jawab
Anak tidak selemah yg dibayangkan oleh ortu.
Pola pendidikan untuk tingkat SMP dan SMA adalah dengan Consequential Learning bukan Reward and Punishment.
Consequential Learning ini ibarat tangan mencencang bahu memikul yaitu dengan "membalas" perlakuan agar merasakan (sebagian) akibat dari perbuatan, memberikan kebebasan disertai amanah dan tanggung jawab.

6. Memecahkan masalah
Anak bukan makhluk bodoh jadi jangan sembunyikan masalah dari anak justru saling berbagi masalah yg akan menekan percepatan baligh.
Bawa masalah kehidupan ke rumah kemudian rajinlah berdiskusi dan ajarkan problem solving.

7. Mencari nafkah
Ingatkan jauh-jauh hari bahwa saat anak baligh, kamu harus menghidupi diri sendiri mulai dari mencari uang jajan. Sekali lagi belajar TEGA!!
Jangan penuhi 100% permintaan anak dan ajarkan bagaimana berbisnis mulai dari rumah dengan sharing pekerjaan pada anak.
Pendidikan ini dikhususkan bagi anak laki-laki yg kelak akan menjadi kepala keluarga dan penanggung jawab nafkah keluarga.

8.Latihan berorganisasi
Berorganisasi adalah berkehidupan.
Organisasi meliputi managemen, kerjasama, kepemimpinan, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dsb.
Latihan berorganisasi bisa dimulai dari mengorganisir rumah, misal dengan menjadi EO acara keluarga.
Pendidikan keimanan (aqidah) adalah kunci dari proses aqil baligh. Penanaman aqidah ini mulai diajarkan pada anak di bawah usia 7 tahun karena pada saat itu anak suka berimaginasi dan mudah menerima hal-hal yg tidak bisa diterima oleh akal.

9. Tanamkan rasa cinta kepada Allah, Rasulullaah dan orangtua . Ajarkan cinta di atas takut dan kasih sayang karena jika sudah cinta apapun akan dilakukan dengan rela.

Salah satu outcome untuk menilai anak telah aqil baligh adalah jika anak mampu berumah tangga dan mampu merawatnya secara bertanggung jawab dan bermutu.
Dengan menikah artinya siap secara fisik, mental, finansial dan sosial.
Jika tidak menikah akan banyak terjadi seks di luar nikah, kehamilan tak diinginkan dan seks bebas.
Di jaman Khalifah Utsmani jika ada yg telah berusia 25 tahun namun belum menikah maka akan dipaksa untuk menikah.

Komentar

Postingan Populer