Let's Start with Save Aurat Our Child

Jika kamu mau fitrah seksualitas anakmu terjaga, kamu harus banyak belajar!

Itulah yang terngiang di kepala saya. Memiliki anak laki-laki yang sudah sangat aktif di dunia yang makin bikin miris benar-benar membuat saya selalu mengulum doa " Ya rabb jagalah keturunan kami..."

Pelajaran pertama yang harus diingat adalah mengenai gender. Dan kelak ini akan berujung bagaimana kita menjaga aurat anak-anak kita.

Pemahaman perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan sangat erat kaitannya dengan jenis kelamin (seks)
Contoh :
Jenis Kelamin: Laki-laki
ciri gender : maskulin, pemberani, heroism, jantan, kuat, perkasa, berambut pendek.

Jenis Kelamin : Perempuan
ciri gender : feminin, lembut, keibuan, perasa, berambut lebih panjang / berhijab.

Kesimpulan
Gender adalah perbedaan yang menonjol antara laki-laki dan perempuan dari segi nilai perilaku, budaya, psikologis.

Jenis kelamin (seks) : pensifatan yang melekat secara biologis pada jenis kelamin tertentu.

Maka gender bisa berubah contohnya masa penjajahan belanda, perempuan tidak boleh berpendidikan. Namun setelah itu sudah boleh.
sesangkan jenis kelamin selamanya seperti itu yakni ada ovarium, ada PD dsb.

Kenapa Pemahaman Mengenai Gender itu Penting Bagi Anak?
Sebab ia akan bisa berperan optimal bila ia paham gender dirinya itu seperti apa.
Sehingga saat terjun di masyarakat ia beradab baik dan tidak merugikan dirinya serta orang lain. Serta paling penting juga adalah agar bisa patuh sebagaimana perintah Allah SWT.

Semisal anak laki-laki itu ciri gender nya adalah menjadi pemimpin. Maka perlunya stimulus untuk mengasah kepemimpinannya. Dan juga cara memperlakukannya di rumah agar ia sesuai dengan kodratnya.

Cara memahamkan anak mengenai gender serta azzam sebagai ortu:
1. Ajarkan berbedaan gender sesuai jenis kelaminnya.
Saya membayangkan bahwa saya perlu sounding kepada Khalil bahwa di dunia ini ada lelaki dan wanita dan memiliki peran masing-masing. Bisa juga via buku cerita.

2. Ajarkan batasan aurat
Sejak bayi saya upayakan mengenalkan aurat kepadanya. Dan sekarang ia sudah sangat aktif sehingga saya ingin mengasah rasa malunya. Saya pun upayakan tidak langsung reaktif bila tiba-tiba setelah thoharah ia tidak mau lekas pakai pospeknya. Saya lebih meneliti ia sudah tidak nyaman dengan pospek sehingga merasa nyaman tanpa pospek. PR saya memilih clodi yang baik agar ia suka dan mau lekas dipakai clodi jika usai thaharah.

3. Ajarkan beradab dengan baik
Pengajaran akan melekat melalui contoh yang baik, kami harus konsisten di rumah. Tak memperlihat dan memperdengarkan hal-hal yang tak boleh ia tahu. Termasuk bila sedang berganti pakaian, terkadang anak kecil juga kepengen ikut masuk. Maka dibutuhkan kecerdasan sang ortu agar si anak lama-lama tidak tertarik masuk.

4. Libatkan anak sesuai gendernya.
Bagi saya jangan sampai ia menyukai barang-barang keperempuanan seperti kosmetik dsb .

Yang paling penting bagi saya adalah nomer 2. Sebab jika ia sudah menjaga , memahami apa itu batasan aurat dan rambu-rambunya insya Allah itu jadi salah satu tanda bahwa pemahaman anak memgenai gender sudah sangat kuat. Kelak akan saya jabarkan caranya di postingan hari ke-11 insya Allah.

Komentar

Postingan Populer