Jangan Kabur dari Pertanyaan Balita Mengenai Seksualitas!
Penting untuk diketahui bahwa untuk menjawab anak-anak kecil dan balita adalah dengan menunjukan atau menggambarkan sesuatu yang bisa dimengerti anak. Sebab pada dasarnya akal anak itu baru hanya bisa mengenal hal-hal yang kongkrit. Kemudian diajarkan hal-hal yang abstrak. Jika kita tidak jelas dalam menjelaskan alias menggunakan kalimat-kalimat yang susah dijangkau akal maka anak akan bingung. Begitulah teori dari dokter pediatric Maria Montessori.
Maka benarlah kaidah dalam menyampaikan kebenaran "Khitobunnaas 'ala qadri aqlihim" (Berbicara pada manusia sesuai kadar akalnya)
1. Abi...Ummi...aku berasal dari mana?
Cara Jawab :
ajak anak ke peternakan ayam. Perlihatkan padanya telur, anak ayam dan ayam betina. Ceritakan pada anak, bahwa di dalam perut ummi ada telur juga yg fungsinya sama dengan telur ayam. Selama 9 bulan berkembang dan muncul anggota tubuh. Atas izin Allah SWT telur di dalam perut ummi berubah menjadi adik bayi. Dan setelah itu adik bayi berubah seusia kamu nak...
2. Bagaimana adik bayi makan di perut ummi?
Cara jawab : Minta anak mengambil sedotan dan gelas yang berisi air minum. Minta ia meminum dengan sedotan tersebut.
Kemudian ceritakan:
"Nak di perut ummi ada tali panjang berfungsi seperti sedotan. Nama tali panjangnya adalah tali pusar/ plasenta. Melalui itulah adik bayi makan dan minum seperti kakak yang menyedot dari sedotan"
3. Ummi...abi...gimana cara adik keluar dari perut ummi?
Cara jawab :
Sebagaimana Allah ciptakan mulut untuk kita memasukan makanan, dan juga Allah ciptakan lubang kubul dan dubur untuk kita BAK dan BAB, Allah ciptakan juga lubang untuk adik bayi keluar.
4. Kenapa abi nggak melahirkan bayi?/ Kenapa abi nggak hamil?
Cara jawab :
Karena tubuh laki-laki berbeda dengan tubuh perempuan. Abi itu laki-laki, ummi adalah perempuan. Di perut ummi ada kantung namanya rahim tempat bayi tidur selama bayi di perut . Pada laki-laki tidak ada kantung tersebut.
5. Kenapa kok aku nggak minum susu seperti adik bayi? / Kenapa adik bayi minum susunya di dada ummi?
Cara jawab :
Karena adik bayi belum punya gigi, sehingga belum bisa makan. Jadi Allah ciptakan susu di dada ummi untuk adik bayi menyusui. Kalau kakak kan sudah besar, giginya sudah banyak maka minum susu tidak lewat dada ummi lagi, tapi pake gelas / botol
6. Kenapa anak kecil nggak hamil kaya ummi?
Cara jawab : Saat adik bayi tumbuh dewasa sebesar ummi dan sudah menikah seperti ummi maka Allah akan berikan dede bayi .Kamu pun saat dewasa dan setelah menikah akan Allah karuniakan dede bayi.
7. Dimana aku saat abi dan ummi menikah?
Cara jawab : Ambil 7 kartu yang bergambarkan peristiwa tumbuhnya manusia serta perubahan nya. Yaitu
1. gambar anak bayi yang masih menyusu pada umminya.
2. gambar anak-anak balita
3. gambar usia anak SD
4. gambar usia dewasa
5. gambar anak dewasa beserta pasangannya mengenakan baju pengantin
6. Perempuan hamil
7. Ayah dan ibu menggendong bayi mungil.
Kemudian berikan karton dan tulis angka 1-7 beurutan.
Kita ceritakan dari gambar 1 hingga ke-7 setiap selesai cerita dari fase perubahan simpan kartu pada urutannya. Kemudian jelaskan : " Nak dalam hal ini, coba dilihat anak dilahirkan itu setelah ummi dan abi menikah, sehingga kamu belum ada saat ummi dan abi memakai baju pengantin, foto yang ada saat kita bertiga itu setelah kamu dilahirkan"
Variasi : bisa juga kita bersama anak membuat kartu bergambar tersebut agar bersama-sama menggambar.
8. Kenapa aku sama kakak laki-laki tidur terpisah tapi ummi dan abi tidur bersama? / Kok aku nggak bobo sama ummi lagi??
Cara jawab:
tunjukan gambar :
1. bayi dalam rahim
2. bayi yang tidur disamping umminya
3. balita tidur diatas kasur bukan menempel umminya
4. anak perempuan yang tidur di kamar sendiri.
5. anak laki-laki tidur di kamar sendiri.
sama seperti proses jawaban no.7, kita ceritakan perpindahan tidur setiap manusia. kemudian kita tunjukan letak kesamaan anak kita di gambar tersebut bahwa setelah anak besar, ia harus tidur di kamar sendiri karena bukan bayi lagi. Hanya anak bayi yang tidur dengan ummi dan abinya
sumber : Minal yaum lan tahrob min asilati tiflik almuhrijah, Abdullah Abdul Mu'thy, Dar An-Nasyr wa at-Tauzi', 2011
Komentar
Posting Komentar