Mentadabburi Ayat Qowwamah
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا (34)}
Kebanyakan memahami ayat ini adalah mengenai kepemimpinan suami terhadap istrinya. Namun, dikutip dari Tafsir Syeikh Sya'rowi, bahwa Kata (Ar-Rijal) dan (An- Nisa) disini adalah umum. Yang berarti selain suami pemimpin bagi istrinya, juga Seorang ayah pemimpin bagi anak-anak perempuannya, seorang saudara laki-laki
pemimpin bagi saudara wanitanya..
Arti Qawwamah juga adalah tersampainya pelaksanaan. Yang juga berarti adanya kepayahan.
Maka diperlukan daya juang tinggi untuk melaksakan kepemimpinannya. Dalam hal ini Allah menyebutkan Allah memberikan kemuliaan untuk lelaki dan juga ada kemuliaan wanita. Salah satu kemuliaan lelaki adalah mampu menanggung maisyah untuk memenuhi kebutuhan .
.hidup
Bisa kita bayangkan, fitrah lelaki yang sejatinya pemimpin tentu sebagaimana fitrah kebaikan yang lain, butuh didukung. Lelaki menjadi pemimpin sejati berarti ada pasukan -pasukan yang ta'at, yang memberi kepercayaan, dan juga menghargai sikap heroiknya lelaki.
. Ini ide dari saya agar seorang istri bisa mendukung kepemimpinan suami: 1. Musyawarahkan segalanya pada suami. Berikan ruang baginya untuk menelaah suatu permasalahan.
2. Selalu utarakan terimakasih atas segala upaya suami.
3. Menghargai segala bentuk bantuan suami dengan apresiasi lisan, bahasa tubuh bahkan bisa berupa benda.
Komentar
Posting Komentar