Binar Mata yang Ku Temukan dalam Ujian-Nya
Sejak awal dimulai kelas kupu cekatan, Allah memberikan kami ujian yang bagi saya adalah sangat berat. Tanah rantau yang ribuan jauhnya dari keluarga membuat beban ujian merajai diri.
Penyakit anak kami berupa herpes mulut yang dibarengi demam 41° C bahkan menggigil hingga bibir berwarna ungu membuat hati saya tersayat.
Jelas tak bisa tidur, karena ia pun tak tidur kecuali setelah subuh. Setiap asupan harus diperhatikan, bukan hanya gizi tetapi harus dipastikan makanan itu adalah yang mampu ia makan. Juga agar membuat ia selalu mau minum obat.
Dalam masa itu, ku mencoba menguatkan diri dengan melakukan hal-hal yang berbahagia.
Masya Allah takdir Allah yang indah mmberikan ujian bertepatan dengan tema pembelajaran 'Mampu Belajar Mandiri'
Saya yang cinta berbagai pembelajaran seperti Allah hibur. Mulailah saya menelisik ke dalam diri lagi.
Dan menemukan berbagai telur yang amat berharga.
Alhamdulillah
Komentar
Posting Komentar