KHALIL : "NGAJI SURAT ALBAQARAH YUK MI!"

Setelah saya setoran hapalan, Khalil mendekat dan berkata ," Mi , ngapal surat albaqarah yuk!"
Saya tersenyum lebar menanggapinya "Ayo!"

10 November 2020 menjadi hari bersejarah untuk kamk, karena saat itu kamk telah menyelesaikan talqin juz 30 untuk Khalil. Dari mulai An-Naba hingga Al-Lahab. Surat Al-Ikhlas hingga An-Nas tidak saya talqin karena Khalil alhamdulillah sudah hapal karena rutin mendengar al-matsurat.

Sejak saat itu Khalil selalu ingin talqin surat baru. Matanya berbinar-binar bila mendengar kita talqin di dekatnya.

Sebelum melangkah lebih jauh,
di sini saya menuliskan evaluasi penting:
1.Tahfizh Balita yang saya rintis mendahulukan peran orangtua alias the power of giving.  Fokus terbesar adalah agar kami talqin kan ayat kepadanya dalam keadaan yang menyenangkan. Tidak menuntut anak untuk cepat menghapal.

2. Proses talqin dahulu sembari disela belajar pra writting dan pra reading montessori.

3. Tidak menggunakan iming-iming tapi mengasah motivasi internal anak.
Mengingat fitrah balita cenderung untuk mengembangkan kesadaran dan kecintaannya. Sudah banyak ibu yang mengeluhkan bahwa jurus 'iming-iming' tidak bisa digunakan lagi lantaran si anak memang tidak ingin apapun. 


4. Tahfizh bukanlah tujuan akhir, karena masih ada tilawah, tadabbur, mengamalkan isi alquran, dsb. Mengupayakan halaqah Al-Quran setiap hari diisi hal-hal yang berhubungan dengan alquran. Karena mengamalkan isi alquran tentulah yang menjadi tujuan utama. Betapa banyak yang ketika dewasa, hapalannya tidak dipergunakan untuk dekat kepada Allah...Na'udzubillahi min dzalik.

5. Selalu berikan kepercayaan dan kesempatan bagi anak untuk belajar dan berproses tanpa kita perlu tekan cara belajarnya. Karena setiap anak itu unik dan punya proses masing-masing.

Komentar

Postingan Populer