Membersamaimu, Belajar Ridha
Alhamdulillahiladzi bini'matihi tatimushaalihaat syukur luar biasa saat menemukan hal-hal baru selama belajar bersama anak saya.
Khusus bulan Oktober, bertepatan melatih kemandirian anak. Saya dan suami excited sebab pas banget Khalil menuju usia satu tahun. Sangat lekat dengan "pikiran yang meresap" ala Montessori. Bahwa usia 1-3 tahun masa crusial anak agar dibiasakan penglihatan dan aktivitasnya hal-hal yang baik.
Mengikuti web www.wbmd.com dan melihat masa ketertarikan anak, kami memilih empat aktivitas kemandirian. Yaitu :
Pekan ke-1 : Makan sendiri dengan tangan kanan
Pekan ke-2 : Berjalan sendiri
Pekan ke -3 : Memasuk-mengeluarkan barang sendiri
Pekan ke-4 : Mengelap meja sendiri
Pekan ke-1 : Makan sendiri dengan tangan kanan
Pekan ke-2 : Berjalan sendiri
Pekan ke -3 : Memasuk-mengeluarkan barang sendiri
Pekan ke-4 : Mengelap meja sendiri
Rekapan Jurnal :
Pelajaran Berharga :
1. Disimpulkan, usia 2 tahun kebawah identik lebih banyak aktivitas gerak tangan.
"What the hand does, the mind remembers" Ungkapan Maria Montessori.
1. Disimpulkan, usia 2 tahun kebawah identik lebih banyak aktivitas gerak tangan.
"What the hand does, the mind remembers" Ungkapan Maria Montessori.
2. Fitrah belajar mandiri telah tumbuh dalam diri anak. Orangtua lah yang berkewajiban mengembangkan dan menjaganya.
Tantangan :
1. Mandiri dalam hal makan bagi seusianya berarti banyak tumpahan makanan entah itu di lantai, meja, atau baju.
1. Mandiri dalam hal makan bagi seusianya berarti banyak tumpahan makanan entah itu di lantai, meja, atau baju.
2. Kadang masih ternikmati merangkak dari pada jalan.
Solusi Tantangan :
Dalam praktiknya untuk anak saya Khalil berusia 10-11 bulan, memang terasa banyak greget. Terutama belajar makan sendiri yang pastinya drama tumpah makanan setelah lantai kinclong, atau baju warna-warni setelah dicuci, jadi pemantik keridhaan bagi kami.
Dalam praktiknya untuk anak saya Khalil berusia 10-11 bulan, memang terasa banyak greget. Terutama belajar makan sendiri yang pastinya drama tumpah makanan setelah lantai kinclong, atau baju warna-warni setelah dicuci, jadi pemantik keridhaan bagi kami.
Yup! Kami harus ridha! Karena anak-anak adalah hak Allah sejatinya. Saat Allah ingin menutup mulut anak dan tangannya alias lagi nggak kepengen makan, lagi nggak mau menggenggam, dsb maka kami ridha untuk meluangkan waktu lagi melatihnya.
Tanpa menggerutu atau cepat-cepat menjudge: si anak susah lah! , si anak nggak kooperatif lah!
Jua saat anak lagi kepengen banyak merangkak, hanya berjalan belasan langkah, kami ridhai meski kami harus menunggu lagi ia bergerak . Yang terkadang butuh waktu lama.
Finally atas kehendak Allah, anak saya kini di rumah mulai terbiasa disiplin sendiri.
Tangannya ibarat perintah otomatis. Kakinya sudah lebih jauh melangkah.
Tangannya ibarat perintah otomatis. Kakinya sudah lebih jauh melangkah.
Buah dari keridhaan ini semoga kami berupaya memetiknya terus.
Menjadi orang tua yang ridha dalam proses perkembangan anak-anak kami kelak.
Menjadi orang tua yang ridha dalam proses perkembangan anak-anak kami kelak.
Komentar
Posting Komentar