Hey,Hati-hati dengan Prasangkamu Mak!
"Parenting itu mudah atau mudah banget?!"
Dr. Karim membuka isi materi kala itu dengan sangat apik. Banyak yang saya pelajari dan membuat pola pikir saya berubah.
Bahwa parenting itu mudah. Kita hanya mencari kunci yang pas bagi setiap permasalahan kita.
Pernah dengar hadits qudsi "Allah sesuai prasangka hambanya" ?
jadi, sikap anak-anak kita salah satunya adalah buah dari prasangka kita.Selain pola asuh, role model, dsb.
cepat-cepat hapus prasangka negatif
"Anak saya picky eater..."
"Anak saya fussy eater..."
"Anak saya susah diatur...",
dsb.
Sebab, dikhawatirkan prasangka buruk itu lah yang menjadi doa terkabul.
Mungkin itu yang patut kita renungkan bila melulu masalah anak sulit ini belum juga kelar.
Saya pernah bercerita mengenai interaksi anak dengan orangtua bahkan terhadap pasangan bisa berubah biiznillah dengan 'ridha' . Kisah bisa dibaca di sini
Kembali ke topik, saya sedang mencicil menu-menu sayuran untuk anak saya.
Dimulai dengan wortel, qissa, kentang, kembang kol, brokoli, tomat, dsb.
Pekan lalu saya sengaja membuat bubur ayam. Saya pisah kuahnya. Hanya menyuapi bubur, ayam serta telur. Saat saya memcoba menyuapinya dengan kuah bubur yang berisi bawang serta rempah-rempaahan lain, masya Allah ia mau dan lahap sampai habis bahkan nambah! Padahal biasanya dia ogah dengan yang berbau nyengat.
Pekan ini saya membuat omelet sayuran. Alhamdulillah dilahap habis juga.
Saat saya masak saya melakukan dua hal:
1. Saya zikir,Ya Allah, saya niatkan masakan sayur ini agar kelak tubuh anak saya bisa giat beribadah. Mohon bukakan mulutnya,tingkatkan seleranya...
2. Afirmasi positif. Saya teringat bahwa makanan kandungannya bisa berubah tergantung kalimat yang diucapkan. Bila positif, kandungan akan positif dan sebaliknya. Maka saya coba afirmasikan : hey sayur! masya Allah jadi enak di lidah anak saya ya...
saya tidak mau menggerutu di depan makanan. Hawatir berakibat fatal!
Membiasakan hal-hal seperti ini membuat saya lebih rileks pikiran dan hati.
Yup! Karena Allah suka! that's my point.
Melakukan yang Allah sukai, berprasangka yang Allah sukai sangat menenangkan. Meski hasil tak melulu instant. Sebab Allah Maha Tahu yang terbaik. Ah, tapi memang berproses menjadi andalan hidup kami. Sekarang belum berhasil, belum tentu artinya gagal selamanya.
Berproses benar-benar mendidik kami berusaha menjadi hamba yang berhias ridha dan syukur.
Komentar
Posting Komentar