UJIAN ADALAH TANTANGAN UNTUK BERFIKIR KREATIF

Sudah pernah terpikirkan dalam benak saya , bahwa pastinya ada masa saya harus melalui ujian di kampus Al-Azhar . Yang sudah terkenal sangat sulit ujiannya dan bertepatan dengan games di kelas bunsay.
Berbagai opini berkecamuk di hati . Antara skip level atau terus meneruskan tanpa skip.

Yang berat dari skip level adalah, berarti saya tidak membuat 'agenda khusus' dengan Khalil. Tentu ia akan merasa bosan. Disamping umminya pasti melotot menatap buku diktat kuliah. Harus ada kegiatan bagi anak 1,5 tahun ini.

Maka saya azzamkan untuk meneruskan game dengan segala tantangannya.
Meski bulan ini keluarga kami mendapatkan musibah net wifi yang sangat lambat. Tidak bisa buka medsos kecuali blogger dan whatsapp, saya jadi harus meminta tolong koordinator bulan ini yaitu kak Megha. Syukran katsiran ya kakak...maaf sudah merepotkan.

10 hari ide terlewati dengan penuh sabar dan kebahagiaan. Setelah itu qadarullah saya mendapat ujian ke- 3 setelah ujian di kampus dan net yang sangat lambat,saya harus rehat karena diare hebat. Jadi cita-cita melaksakan 15 hari games tanpa rapel tidak bisa terlaksana. Hanya 10 hari.
Alhamdulillah ala kulli hal.

Saya sangat bersyukur di tantangan bulan ini benar-benar menjadi perbedaan dalam cara saya berpikir ketika menghadapi Khalil.

Yaitu, jangan lekas berasumsi!

Saya amati kegiatannya dan responnya. Bila ada yang keliru baru saya arahkan.
Tapi untuk kreativitas bermain dengan benda saya serahkan padanya untuk berinovasi.

Dari sanalah saya bisa mengidentifikasi lebih maksimal ketimbang berasumsi dahulu.

Komentar

Postingan Populer