Aliran Rasa : Membentuk Karakter Via Cerita
Sudah lama saya benar-benar ingin menggunakan metode cerita sebagai membentuk karakter anak.
Sebab anak-anak tidak suka digurui. Ia suka mendengarkan cerita.
Khalil, (20 bulan) teramat menyukai kisah yang saya ceritakan. Terutama ketika berkisah menggunakan boneka tangan : Dubbun,Baqoroh , Fahdun.
Setiap pagi ia akan cari buku, dan boneka dan berujar keras "Cita...cita..! " yang artinya cerita. Hehe.
Saya suka mengambil imajinasi dari gambar yang ada pada buku - buku dan emngembangkannya.
Respon
Khalil ketagihan. Sering diminta berulang kali.
Dan dalam keseharian pun saya jadi mudah menasihatinya jika ada sesuatu yang belum sesuai. Saya hubungkan dengan cerita. Misal : "Khalil ingat nggak kisah kakak Ahmad dan kakak Syakira...yang selalu melipat baju dengan rapi?" dsb. Ini membuat dia senang dan semangat mengerjakan house chores.
Hambatan
Sejak level 9 hingga kini saya masih kesulitan akses web dan berbagai aplikasi. Lantaran net Wifi mengalami masalah dan belum terpecahkan solusinya. Untuk itu saya sering menunggu suami pulang kerja dikarenakan nebeng paket ke hp beliau.
Selain itu sempat 2 minggu hp saya rusak. Perlu diinstall ulang. Ini pun jadi kendala teknis. sebab hp sementara yang saya gunakan sangat terbatas.
Tapi alhamdulillah 'ala kulli hal melihat anak berbinar-binar matanya , senang bila saya bercerita membuat saya tak goyah dan merasa Allah SWT sangat ingin saya tak ciut meski dalam keterbatasan kondisi.
Komentar
Posting Komentar