Ya Razzak: Mensyukuri Rizki dari Allah serta Qanaah
Sebelum saya memulai dengan celengan 3S, saya ingin meneritakan banyak hal kepada Khalil mengenai hakikat rizki bersamaaan aktivitas keseharian. Berharap, bercerita dengan halil disaat momen-momen tertentu membuat inti dari pembelajaran lebih melekat.
kali ini saya memberikan Khalil sereal choco rice. Segenggam, dan dimakan untuk kami berdua. Ia rela berbagi dengan saya, alhamdulillah. Bahkan menyuapi saya.
Saat sereal tersebut habis, ia terlihat sedikit kecewa. Kemudian saya sampaikan, bahwa kita harus bersyukur segala rizki dari Allah sejak rizki itu ada hingga rizki itu habis. Dan selalu harus merasa cukup. Jika tidak mampu bersyukur, maka jiwa kita akan selalu haus dan mendikte segala apapun yang belum kita punya.
Saya pun menyampaikan bahwa in sya Allah kelak akan ada rizki lagi.
Beberapa jam kemudian, saya ambilkan ia sereal yang sama. setiap habis, ia senyum dan berseru "Habis!!!" dan tersenyum lebar. Berbeda dengan sebelumnya.
Saya berharap kami bisa sama-sama belajar konsep rizki yang sesungguhnya.
kali ini saya memberikan Khalil sereal choco rice. Segenggam, dan dimakan untuk kami berdua. Ia rela berbagi dengan saya, alhamdulillah. Bahkan menyuapi saya.
Saat sereal tersebut habis, ia terlihat sedikit kecewa. Kemudian saya sampaikan, bahwa kita harus bersyukur segala rizki dari Allah sejak rizki itu ada hingga rizki itu habis. Dan selalu harus merasa cukup. Jika tidak mampu bersyukur, maka jiwa kita akan selalu haus dan mendikte segala apapun yang belum kita punya.
Saya pun menyampaikan bahwa in sya Allah kelak akan ada rizki lagi.
Beberapa jam kemudian, saya ambilkan ia sereal yang sama. setiap habis, ia senyum dan berseru "Habis!!!" dan tersenyum lebar. Berbeda dengan sebelumnya.
Saya berharap kami bisa sama-sama belajar konsep rizki yang sesungguhnya.
Komentar
Posting Komentar