Pemantik Rizki yang Sering Terlupakan oleh Para Istri

Berusaha, berdoa dan tawakkal menjadi amunisi utama bagi kita seorang muslim apalagi istri untuk berjuang dalam membantu suami memenuhi kebutuhan hidup. Tak jarang mata kita terkesima takjub pada rekan-rekan yang begitu mudah menemukan solusi di kesehariannya.  

Namun, pernahkah terbesit dalam benak ketika juang yang berpeluh keringat, air mata yang terkidung dalam doa, rasa pasrah pada-Nya tak juga bertepi pada sebuah hasil yang diidamkan?

Pada titik itu, seyogyanya seorang muslim terutama para istri bermuhasabah diri. Tentu bukan hanya pada strategi apa yang kurang, atau amalan yang kurang.
Tapi, ada sesuatu yang lebih mendalam dari pada itu.

Syeikh Akram Ridha dalam bukunya Hatta yustajaba Ad-Du'aa
dengan apik mengupas peran wanita dalam mencari rizki.

Bukan hanya strategi yang berupa memilih pekerjaan atau bisnis yang halal atau memilih waktu mustajab doa, ternyata memperindah rumah jadi nilai plus tersendiri di sisi Allah SWT.

Rumah yang senantiasa bersih, rapi, harum menjadi pemantik Allah meridhai kita bahkan malaikat senang berlama-lama di rumah kita. Dan salah satu tugas mereka adalah meng-amin-kan doa-doa kita.

Sebab baginda Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan"
"Sesungguhnya Allah itu baik dan mencintai kebaikan"

Logikanya bila rumah selalu berantakan dan sering menjadikan anak-anak alasan atas kekacauan di rumah, dan kita di dalamnya sedang berdoa untuk hajat kita, bagaimana bisa Allah mengabulkannya? Sementara Allah menyukai keindahan.

Berantakan ada saatnya. Misal saat anak-anak berkreasi atau bereksplorasi. Tapi tentu setelah masa itu usai, kita lekas mengatur agar anak-anak kita membereskan kekacauannya.

Sedangkan berantakan di dapur, kita pun jangan sampai terlupa untuk lekas mengindahkannya kembali. Jangan sampai dapur yang semestinya menjadi tempat membuat makanan terbaik bagi anggota keluarga beralih fungsi menjadi sarang syeitan tersebab kotor yang jarang dibersihkan.

Mari kita jadikan rumah kita, tempat bernaung pasangan kita serta anak-anak adalah rumah yang dicintai Allah SWT. Sehingga usaha kita berkah dan bernilai disisi-Nya.

Wallahu 'Alam bishawwab

Komentar

Postingan Populer